Bagaimana rasanya jadi yang pertama? Apakah menyenangkan? Membosankan? Atau bahkan menyakitkan?
Aku mungkin tergolong orang yang biasa saja. Tidak ada sesuatu yang spesial untuk dibanggakan. Semua yang aku ketahui, aku pahami, aku mampu untuk melakukannya, semuanya hanyalah sekedar 'kulit' saja. Tidak dari salah satunya benar-benar dapat aku kuasai.
Perasaan ketika melihat mereka yang "mampu", membuatku kesal akan takdir.
Takdir,
Banyak yang bersyukur akan takdir-Nya, tak sedikit pula yang membencinya.
Kalau ditanya, mungkin aku termasuk satu dari mereka yang membenci takdir. Meskipun terkadang takdir yang lucu sering membuatku lupa dengan pahitnya hidup.
Rasanya seperti aku ingin membenci, tapi aku selalu terhibur.
Benci,
Kebencian, perasaan yang dapat menghancurkan dunia sampai ke akarnya.
-Apa kau pernah membenci sesuatu?
-Apa kau pernah membenci seseorang?
-Apa kau pernah membenci dirimu sendiri?
Inilah AKU, yang canggung terhadap dirinya sendiri.
Inilah AKU, yang takut pada diri sendiri.
Inilah AKU, aku.
𝙅𝙖𝙙𝙞𝙡𝙖𝙝 𝙀𝙢𝙖𝙨, 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙥𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙣𝙮𝙖, 𝙙𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞
BalasHapus