Langsung ke konten utama

Perkenalkan, ini aku.

`Aku...

Pertama, 

Bagaimana rasanya jadi yang pertama? Apakah menyenangkan? Membosankan? Atau bahkan menyakitkan?

 Aku mungkin tergolong orang yang biasa saja. Tidak ada sesuatu yang spesial untuk dibanggakan. Semua yang aku ketahui, aku pahami, aku mampu untuk melakukannya, semuanya hanyalah sekedar 'kulit' saja. Tidak dari salah satunya benar-benar dapat aku kuasai.

Perasaan ketika melihat mereka yang "mampu", membuatku kesal akan takdir.


Takdir,

Banyak yang bersyukur akan takdir-Nya, tak sedikit pula yang membencinya.

Kalau ditanya, mungkin aku termasuk satu dari mereka yang membenci takdir. Meskipun terkadang takdir yang lucu sering membuatku lupa dengan pahitnya hidup.

Rasanya seperti aku ingin membenci, tapi aku selalu terhibur.


Benci,

Kebencian, perasaan yang dapat menghancurkan dunia sampai ke akarnya.

-Apa kau pernah membenci sesuatu?

-Apa kau pernah membenci seseorang?

-Apa kau pernah membenci dirimu sendiri?


Inilah AKU, yang canggung terhadap dirinya sendiri.

Inilah AKU, yang takut pada diri sendiri.

Inilah AKU, aku.


Komentar

  1. 𝙅𝙖𝙙𝙞𝙡𝙖𝙝 𝙀𝙢𝙖𝙨, 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙥𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙣𝙮𝙖, 𝙙𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertanyaan

`Pertanyaan... Ini bukan tentang apa yang sebenarnya, ini hanyalah apa yang ada di otakku saat bosan.  1. Apakah mungkin ikan berenang mundur? 2. Apakah mungkin beberapa ikan adalah kidal?   3. Apakah sebenarnya kita tenggelam di udara? 4. Apakah "apa" yang membuat hidup suatu makhluk dapat berbeda? Lalu apa setiap manusia berbeda tentang apa yang membuat mereka hidup? 5. Jika kita mati, maka kemana kesadaran itu akan pergi? 6. Jika itu berarti kehilangan kesadaran, berarti sebenarnya kita berada pada variabel yang berbeda, namun dengan nilai yang berbeda. apa sebenarnya kematian itu memang tidak ada?  7. Jika kematian itu ada, berarti segala bentuk kesadaran akan mati juga. lantas akhirat yang manakah yang harus dipercaya? 8. Jika akhirat itu ada, seharusnya kita tidak mati, atau mungkin bukan dalam pengertian mati yang sebenarnya. apakah itu berarti badan manusia hanyalah koefisien? lantas variabelnya adalah apa yang mereka sebut nyawa? dan konstanta nya adalah pikiran ...